Thursday, May 10, 2012

Di balik Sholat

0 comments

Sholat 
Barang siapa yang meninggalkan Sholat Subuh, maka tidaklah terdapat sebuah cahaya di wajahnya 
Barang siapa yang meninggalkan Sholat Dhuhur, maka tidaklah mendapatkan rizki yang barokah 
Barang siapa yang meninggalkan Sholat Ashar, maka tidaklah terdapat jasad yag kuat 
Barang siapa yang meninggalkan Sholat Maghrib, maka tidaklah mempunyai anak yang sholeh/sholehah
Barang siapa yang meninggalkan Sholat Isya', maka tidaklam di dalam tidurnya itu sebuah istirahat 

ini adalah sebuah amanah bagi sipa yang membacanya, dan sebarkan setidaknya satu kali
Selanjutnya...»»  

Thursday, April 19, 2012

Lilin itu Pemimpin

0 comments
lilin itu ibarat sebuah pemimpin, jadi klo pemimpin nya cuma bisa memberikan sebuah nasehat tanpa memperhatikan keadaannya sendiri, maka mereka lama-kelamaan akan hancur

Lilin itu Seorang Pemimpin
“bu kenapa ya  mendadak rumah kita jadi gela begini” tanya seorang anak kecil kepada ibunya sambil merasa ketakutan
“iya nak mungkin ada yang konslet dengan listriknya kali” jawabnya sambil memeluk anaknya
“ya sudah kita nyalain lilin nya biar terang ..” sambil membawa sebuah korek sang ibu menyalan sebuah lilin
“iya bu .... “ jawabnya dengan perasaan sedikit agak takut,

Melihat sebuah lilin yang menyalah anak tersebut terheran, selang beberapa waktu si anak bertanya kepada ibunya

“bu kenapa ya lilinnya kok semakin habis..??” sambil terheran dengan mata terus tertuju pasa sebuah lilih yang menyala
“karena... lilin nya di makan oleh api ...!!!” jawabnya sambil mungusap rambut sang anak
Selang beberapa menit sang ibu memberikan sebuah nasehat kepada sang anak  
“nak ... nanti klo kamu sudah gedhe jangan mau kayak lilin ya..” sembari menyium kening sang anak 
 “emangnya kenapa bu..???”  dengan muka penasan sang anak menimpali nasehat ibunya
”coba kamu perhatikan lilin itu nak........ bukannya sebelum kita nyalak lilin itu utuh dan tidak  meleleh...??” jawabnya dengan penuh rasa kasih sayang kepada sang anak
“iya bu benar... lilinnya semaikn habis” dengan wajah polos dan lugu anak tersbut menjawabnya
”iya nak... lilin itu ibarat sebuah pemimpin, jadi klo pemimpin nya cuma bisa memberikan sebuah nasehat tanpa memperhatikan keadaannya sendiri, maka mereka lama-kelamaan akan hancur. Begitu juga denga lilin yang sedang kamu perhatikan nanti juga akan habis sendiri...” jelasnya kepada anaknya yang sedang termenung melihat lilin
“owh.... begitu ya bu ....” jawabnya yang begitu polos dengan menganggukkan kedua kepalanya 

Jadi seorang pemimpin itu ibarat sebuah lilin yang mereka rela mengahancurkan dirinya demi orang yang berada di sekitarnya , tidak begitu saja lilin itu selalu memberikan pencerahan, nasehat, petunjuk kepada orang yang berada di sekitarnya. Akan tetapi janganlah menjadi sebuah lilin yang selalu memberikan pencerahan, nasehat, petunjuk kepada sekelilinya tanpa memperhatikan dirirnya sendiri yang belum tentu bisa menjalankan nasehatnya.


Sekian dari Kami 
arjuno Morocco
Ahmad Lubaid
Selanjutnya...»»  

Wednesday, April 18, 2012

Etika kepada Orang Tua

0 comments
Ibu dan anak
Ibu      : “nak tolong belikan ibu garam di warung sebelah”
Anak   : “iya bu...”

Dalam perjalan anak tadi menggerutu “ah males kenapa sich ibu selalu menyuruh aku padahal aku lagi asyik main facebook, kan ada adek yang kerjanya cuma main boneka doang” dengan muka masam sang anak kembali dari toko dan mengasihkan garamnya kepada ibu nya.

Anak   : “ini bu garamnya..” dengan nada yang kurang ikhlas
Ibu      : “makasih ya nak...”
بسم الله الرحمن الرحيم 

وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمًا
[ QS:17:23 ]
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” 
[ QS:17:23 ]

Pada ayat diatas di jelaskan bahwasanya kita diserukan untuk beribadah kepada allah dan berbuat baik kepada kedua orang tua, lalu bagaimana dengan dialog diatas? Apakah kita boleh melakukannya?.

Dalam ayat tersebut di jelaskan bahwasanya “maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia” maksudnya jangan sesekali diantara kita mengatakan kalimat yang sekiranya membuat hati mereka tersakiti, apalagi memaki, menghardik dengan kalimat yang sangat kurang sopan dan tidak layak di ucapkan oleh seorang anak. 

Etika seorang anak kepada orang tuanya adalah mentaati perintahnya dengan catatan, selama tidak keluar dari norma-norma beragama dan berkeyakinan. Meskipun kedua orang tua kita melakukan tindakan kurang baik atau kurang berakhlaq (preman, pelacur, dan lain sebagainya) dalam pandangan aagama dan bukan berarti kita harus memusuhi meraka yang dikarenakan profesi mereka. Bagaimanapun mereka adalah orang tua kita.

Dalam ayat di atas kata-kata yang bermakna “Ah” atau umpatan kepada mereka seharusnya kita hindari, dan lebih disarankan untuk mengeluarkan kata-kata yang baik.

Saling mengingatkan dalam kebaikan tidak akan merasa rugi, jadi berkatalah baik kepada mereka berdua, jangan mengumpat di belakang mereka bahkan menghardiknya. Berakhlaq lah yang baik kepada mereka. Insyaallah hidup kita akan tentram. Amien...


 Sekian dari Kami
Arjuno Morocco

Ahmad Lubaid
Selanjutnya...»»